Tak pantaskah orang seperti ku mencintaimu?
Pantangkah orang seperti ku mendapatkanmu sebelum aku
memiliki harta?
Tak adakah satu pun harapan untuk dapat menjadikanmu
kekasihku?
Pertanyaan demi pertanyaan keluar dalam benakku,mengingat
kejadian yang memilukan selalu terjadi padaku sejak aku sangat jatuh hati
padamu rena.
Rena taukah kamubahwa hatiku benar-benar telah tertananam namamu?
Kaulah sesosok bidadari yang selalu ku ucapkan dalam tiap
bait doaku sepanjang hari.
Namamulah yang telah memenuhi lampiran demi lampiran diary
ku.
Kaulah satu-satunya wanita yang membuatku tersenyum diatas
getir kehidupan ini.
Teringat jelas kejadian esok lalu,ayahmu menamparku
mencaciku serta menertawakanku karena telah jatuh hati padamu,memang ku akui
semua itu adalah kebodohanku karena
telah menemui ayahmu bermaksud melamarmu.namun rena salahkah?salahkah aku bila
berusaha semampuku untuk mendapatkanmu?melamarmu bukankah salah satu cara
terbaikku untuk menunjukkan keseriusanku padamu?salahkah rena ? aku yakin
didunia ini pasti ada orang yang masih mempunyai hati dan tentu setuju dengan
pendapatku,iya melamarmu bukanlah kesalahan.sementara kesalahanku adalah
kemisminanku,kemiskinan yang tidak bisa menjawab pertanyaan dari orang tuamu.”kapan
kamu bisa membelikan rumah mewah untuk anakku?lalu mau kau belikan mobil apa
untuk kendaraan anakku?”
Menangis ….sungguh rena mendengar pertanyaan orang tuamu
yang tidak bisa sama sekali ku jawab aku sungguh menangis dalam hati,piluku
benar-benar terasa.hatiku benar-benar tersayat.
Rena .. aku miskin bukan karena kehendakku.sungguh sayang..
aku telah bekerja sebisaku,menghabiskan separuh hidupku hanya untuk mencari
uang sebanyak mungkin,tentu uang itu hanya untukmu rena.namun apa daya
ku,jangankan melampai kekayaan keluargamu.berada 100 kali dibawah keluarga mu
pun aku tak bisa.
Rena …aku mencintaimu sampai kemarinpun aku tetap
mencintaimu…aku hancurkan badanku untuk status kekayaan yang sebenernya sama
sekali tak kudambakan.rena.
Rena …andaikan harta tidak memisahkan status kita,
Andaikan keluarga tidak memisahkan jarak kita.
Andaikan ketulusan dan kesungguhan yang kamu dan orang tuamu
lihat,tentu aku adalah orang yang paling tulus mencintaimu dan sungguh ingin
menjadikanmu separuh hatiku.
Namun apa dayaku.sekali lagi dan berulang kali lagi apalah
dayaku.
Bagaikan menggapai bintang di langit ,hampir sangat mustahil
untukku mendapatkanmu
Karena aku hanyalah seorang laki-laki miskin yang sedang
jatuh cinta.
Rena melihat undangan pernikahanmu ini jatuh air mataku ren.tak
ada satu kalimat pun yang bisa menggambarkan getirnya hatiku.aku sepenuhnya
menyadari bahwa perjodohan pasti akan dilakukan orang tuamu.namun rena mengapa
dengan mudah kamu menganggukkan kepala menyetujui semuanya? Rena … apa yang
harus kulakukan sayang? Katakan padaku?aku benar-benar menginginkanmu.aku
benar-benar mengharapkanmu.
“Nak… istigfarlah.duduklah sini dengan ayah dan
ibumu,minumlah teh,dan peluklah ayahmu,kamu adalah anakku yang paling berharga
ibu tidak akan ridho setetes airmata menjatuhi kulitmu,tentu malaikatpun tidak
akan meridhoi anak berbakti sepertimu menangis,nak tidak ingatkah kamu bahwa
tuhan menciptakan pasangan yang menentramkan dan tentu menambah
kebaikan,tenanglah dan ingatlah rencana Tuhan pasti indah,dan suatu saat aka
nada bidadari lain yang dengan tulus mengecup tangamu meminta restu atas apa
yang akan diperbuatnya,akan datang masa dimana bidadarimu membangunkan mu
dengan kecupan manja,akan tiba dimana kamu akan tertawa oleh kelakuan
anak-anakmu,yakinlah semua akan tiba waktunya…..sini nak duduk dengan ibu dan
ayah,sudah lama aku tidak mendengarkan kisah darimu”.Terdengar dengan jelas
nasihat ibu dari belakang ku yang menghentikan coretan-coretan kata dalam
diary.sontak aku pun membersihkan airmataku yang telah menjatuhi meja tulisku sedari
tadi,lalu memandang dengan sayu wajah tenang kedua orang tuaku.mereka telah
menyelamatkanku.
“Nak…cepatlah ayah sudah rind denganmu”. Mendengar ayah
memanggilku aku pun bergegas menutup diaryku lalu kuputuskan untuk berhenti menuliskan
namamu didalamnya.
RENA SELAMAT TINGGAL…
#NOTE:
Beristirahatlah bila lelah,karena berjuang tidak harus
semenderita itu.